Gangguan Integritas Jaringan
Kerusakan jaringan di bawah lapisan kulit akibat trauma, iskemia, infeksi, atau prosedur pembedahan.
Fokus pengkajian
- Warna, suhu, turgor, dan sensasi jaringan
- Aliran darah dan perfusi lokal
- Tanda infeksi: kemerahan, panas, bengkak, nyeri
- Lokasi dan luas kerusakan jaringan
Intervensi keperawatan
Melindungi integritas jaringan
Jaga tekanan dan gesekan pada area rentan, lakukan perawatan luka sesuai protokol, dan pantau tanda infeksi.
Memantau perfusi jaringan
Evaluasi warna, suhu, pulsasi, dan sensasi area yang terkena secara berkala.
Kolaborasi dengan dokter untuk tindakan anestesi
Koordinasikan dengan dokter anestesi dan dokter bedah terkait pemilihan teknik anestesi, pemberian obat, serta pemantauan respons fisiologis pasien selama prosedur.
Melakukan rawat luka pascaoperasi
Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik: bersihkan luka dengan cairan sesuai program, evaluasi tanda infeksi dan kondisi jaringan, ganti balutan secara berkala, serta edukasi pasien tentang perawatan luka di rumah.
Outcome yang diharapkan
Integritas jaringan pasien terpelihara
- Tidak ada area nekrosis atau infeksi
- Perfusi dan penyembuhan jaringan membaik
Materi ini disusun untuk tujuan pembelajaran berbasis struktur PNDS (AORN) dan bukan pengganti panduan klinis resmi institusi.