Perioperative Nursing Data Set
Belajar diagnosis keperawatan perioperatif
Katalog edukatif 37 diagnosis PNDS. Setiap entri memuat definisi, fokus pengkajian, intervensi keperawatan, dan outcome yang diharapkan.
Buat ringkasan laporan37 diagnosis ditemukan
Risiko Infeksi
Kerentanan pasien terhadap invasi mikroorganisme patogen yang dapat mengganggu keseimbangan fisiologis selama perawatan perioperatif.
Risiko Cedera
Kerentanan mengalami kerusakan jaringan, tulang, atau organ akibat prosedur, peralatan, atau kondisi lingkungan perioperatif.
Risiko Jatuh
Kerentanan pasien mengalami jatuh akibat efek sedasi, anestesi, hipotensi, kelemahan otot, atau lingkungan yang tidak aman.
Risiko Aspirasi
Kerentanan masuknya isi lambung atau benda asing ke dalam jalan napas yang dapat menyebabkan kerusakan paru atau hipoksia.
Risiko Cedera Posisi Perioperatif
Kerentanan pasien mengalami perubahan anatomis atau fisiologis akibat posisi atau alat pemosisian yang digunakan selama prosedur pembedahan.
Risiko Reaksi Alergi
Kerentanan pasien mengalami respons imunologis berlebihan terhadap lateks, obat, kontras, atau bahan lain di lingkungan perioperatif.
Risiko Perdarahan
Kerentanan pasien mengalami kehilangan darah abnormal yang dapat mengancam hemodinamik selama atau setelah prosedur.
Risiko Cedera/Komplikasi Prosedur
Kerentanan tertinggalnya kasa, instrumen, atau komponen alat di dalam tubuh pasien setelah penutupan luka.
Risiko Cedera akibat Kesalahan Tindakan
Kerentanan terjadinya tindakan pada pasien, sisi, atau prosedur yang salah karena kegagalan proses verifikasi.
Nyeri Akut
Pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan bedah dengan awitan mendadak dan durasi terbatas.
Nyeri Kronis
Pengalaman nyeri yang berlangsung melebihi waktu penyembuhan normal, seringkali berkaitan dengan kondisi kronis atau neuropatik.
Pola Napas Tidak Efektif
Gangguan pada pola inspirasi dan ekspirasi yang tidak memenuhi kebutuhan ventilasi pasien perioperatif.
Gangguan Pertukaran Gas
Gangguan dalam pertukaran oksigen dan karbon dioksida di alveoli yang menyebabkan hipoksia atau hiperkapnia.
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Ketidakmampuan membersihkan sekret atau benda asing dari jalan napas sehingga mengganggu pertukaran gas.
Risiko Defisit Volume Cairan
Kerentanan penurunan volume cairan intravaskular akibat puasa, perdarahan, muntah, atau diuresis berlebihan.
Hipervolemia
Keadaan kelebihan volume cairan intravaskular dan interstisial yang dapat menyebabkan edema dan gagal jantung.
Hipotermia
Penurunan suhu inti tubuh di bawah 36 °C akibat anestesi, paparan lingkungan dingin, dan cairan bersuhu ruang.
Hipertermia
Peningkatan suhu inti tubuh di atas rentang normal yang dapat disebabkan oleh infeksi, reaksi obat, atau gangguan termoregulasi.
Mual
Sensasi tidak nyaman di perut yang menimbulkan keinginan untuk muntah, sering terjadi pascaanestesi atau akibat obat.
Mual/Muntah
Gangguan gastrointestinal yang ditandai dengan mual disertai atau diikuti muntah, sering terjadi pascaanestesi atau akibat obat.
Gangguan Integritas Kulit
Kerusakan lapisan epidermis dan/atau dermis akibat insisi bedah, tekanan, perekat, atau agen kimia.
Gangguan Integritas Jaringan
Kerusakan jaringan di bawah lapisan kulit akibat trauma, iskemia, infeksi, atau prosedur pembedahan.
Perfusi Perifer Tidak Efektif
Gangguan aliran darah ke jaringan perifer yang menyebabkan iskemia, hipoksia jaringan, dan risiko kerusakan.
Curah Jantung Menurun
Penurunan volume darah yang dipompa oleh jantung per menit sehingga tidak memenuhi kebutuhan perfusi jaringan.
Ansietas
Perasaan tidak nyaman atau khawatir disertai respons otonom terkait antisipasi pembedahan, anestesi, dan hasil yang belum pasti.
Ketakutan
Respons emosional terhadap ancaman nyata atau yang dipersepsikan terkait prosedur, anestesi, diagnosis, atau prognosis.
Defisit Pengetahuan
Ketiadaan atau kekurangan informasi kognitif pasien dan keluarga terkait persiapan, prosedur, dan perawatan pascaoperasi.
Kesiapan Peningkatan Pengetahuan
Keadaan pasien atau keluarga yang memiliki motivasi dan kapasitas untuk meningkatkan pemahaman tentang perawatan perioperatif.
Koping Individu Tidak Efektif
Ketidakmampuan pasien menggunakan strategi koping yang konstruktif untuk mengatasi stres perioperatif.
Gangguan Komunikasi Verbal
Gangguan dalam pertukaran informasi secara lisan yang dapat disebabkan oleh hambatan bahasa, sensorik, kognitif, atau emosi.
Gangguan Citra Tubuh
Gangguan persepsi pasien terhadap penampilan atau fungsi tubuhnya yang dapat timbul akibat prosedur bedah, amputasi, atau perubahan fisik.
Manajemen Kesehatan Tidak Efektif
Ketidakmampuan pasien atau keluarga mengelola perawatan kesehatan secara efektif, termasuk persiapan dan tindak lanjut pascaoperasi.
Pemeliharaan Kesehatan Tidak Efektif
Ketidakmampuan pasien mempertahankan atau meningkatkan kesehatan melalui perilaku preventif dan pengelolaan risiko.
Proteksi Tidak Efektif
Ketidakmampuan sistem perawatan melindungi pasien dari bahaya, infeksi, atau komplikasi selama periode perioperatif.
Risiko Keterlambatan Tindakan
Kerentanan tertundanya prosedur pembedahan yang diperlukan akibat masalah logistik, klinis, atau administratif.
Manajemen Pelayanan Tidak Efektif
Gangguan dalam koordinasi dan kelanjutan perawatan antar fase atau unit perioperatif yang dapat menimbulkan kesenjangan informasi.
Isu Dokumentasi dan Komunikasi
Ketidaklengkapan atau ketidakefektifan dokumentasi dan komunikasi klinis yang dapat mempengaruhi keselamatan dan mutu pelayanan perioperatif.